08117992581

Cegah Bullying, SD Muhammadiyah Sang Pencerah Kota Metro Gandeng Fasnas SRA Gelar Workshop

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Fasilitator Nasional (Fasnas) Satuan Pendidikan Ramah Anak Provinsi Lampung, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd. menggelar Workshop Satuan Pendidikan Ramah Anak di SD Muhammadiyah Sang Pencerah Kota Metro, Rabu (20/12/2023).

Hal tersebut guna menghindari adanya perbuatan yang merendahkan martabat anak di lingkungan pendidikan.


Dikatakan narasumber kegiatan tersebut yang juga sebagai Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak Provinsi Lampung, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., pihaknya memberikan materi tentang Implementasi Bimbingan Teknis Satuan Pendidikan Ramah Anak, dan Konvensi Hak Anak.

"Karena konvensi hak anak ini harus tersampaikan, tersosialisasi sampai ke anak, mengingat sekolah ini yang masih baru dan sangat memerlukan pendampingan atau pelatihan," ujarnya.

Ia menuturkan, konvensi hak anak terdiri dari hak hidup, hak tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi.

"Di sini para peserta sangat antusias dan ini sangat memerlukan bimbingan, dimana para pesertanya adalah orang tua dan dilanjutkan dengan diskusi," kata Fasnas SRA Provinsi Lampung.

Sowiyah memaparkan, bahwa anak-anak tidak boleh dibeda-bedakan dan tugas orang tua adalah memahami karakter anaknya.

"Kegiatan ini dapat menjadi bekal orang tua untuk menyesuaikan dengan apa yang menjadi kurikulumnya sekolah. Dan para orang tua di sini banyak bertanya tadi karena dia harus mengetahui Madrasah utama itu adalah keluarga," jelasnya.

Pihaknya mengajak, kepada para orang tua untuk mengoreksi dan mengevaluasi tentang bagaimana pendidikan yang diberikan orang tua kepada anaknya saat berada di rumah.

"Orang tua tidak diskriminasi, tidak egois, selalu mendengar suara anak, selalu melindungi anak, memperhatikan anak dan diajak berbicara itu yang penting," tuturnya.


Menurut Sowiyah, SD Muhammadiyah Sang Pencerah sangat layak memiliki julukan sekolah ramah anak.

"Kalau dikatakan layak atau tidak semua sekolah sangat layak tapi melihat implementasinya, kita kan berbicara tentang ramah anak, itukan dari SDM nya, kita tidak berbicara tentang sarana prasarananya, keuangannya, tetapi mengubah pola pikir sumber daya manusia yang ada menjadi pelayanan yang ramah anak," paparnya.

"Dari kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan 6 komponen, yang sekarang ini adalah sosialisasi dan bimtek ini sudah dilakukan dan nanti bagaimana tentang pemenuhan dari kelembagaan, ada SK tim pengembang SRA, duta ramah anak, duta bullying dan kegiatan lainnya itu adalah kelembagaannya," terang Sowiyah.


Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sang Pencerah Kota Metro, Ilham Azzam Khairurrizqi, M.Pd, berdirinya SD Muhammadiyah Sang Pencerah Kota Metro menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

"Harapan kami dengan biasa belajar anak-anak kami juga semakin berkembang terkait dengan bagaimana memanajemen waktu terhadap anak, menerima masukan pengembangan murid-murid," ucapnya.

Menurut Ilham kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai haluan baru baginya untuk terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik.

"Terutama terkait dengan anak-anak berkebutuhan khusus," singkatnya.

"Dari kunjungan Fasnas SRA ini kami menyadari hal dan kewajibannya masing-masing baik itu wali murid maupun gurunya agar tidak ada perbedaan, walaupun sudah tidak disekolahkan itupun menjadi tanggung jawab juga tetapi menjadi hak bersama, kewajiban bersama," lanjutnya.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah sang pencerah menambahkan banyaknya murid di sekolahnya berjumlah 252 siswa.

"Dari kelas 1 sampai kelas 5 saja dan sekolah kami adalah sekolah reguler saja," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)