08117992581

Disdikbud Lampung Terapkan E-Rapor Bertahap, Ratusan SMA Sudah Mulai Aktif

$rows[judul]

Bandar Lampung, A1BOS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mulai menyesuaikan penerapan e-Rapor di satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Namun hingga saat ini, belum seluruh sekolah di Lampung menerapkannya secara penuh.

Sekretaris Disdikbud Provinsi Lampung Laila Soraya mengatakan bahwa meskipun e-Rapor telah diberlakukan secara nasional sejak Sabtu, 20 Desember 2025 penerapannya di Lampung masih dilakukan secara bertahap.

“Satuan pendidikan di Lampung sudah mulai menyesuaikan penggunaan e-Rapor, tetapi belum bisa dipastikan semua sekolah sudah 100 persen aktif,” ujarnya.

Untuk jenjang SMA, Laila menyebutkan sebanyak 237 sekolah telah mulai menerapkan e-Rapor. Sementara itu, untuk SMK pihaknya masih melakukan pendataan guna memperoleh data yang valid secara keseluruhan di tingkat provinsi.

Namun sebagai gambaran di Kota Bandar Lampung penerapan e-Rapor telah berjalan di sejumlah SMK Negeri di antaranya SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 7, SMKN 8, dan SMKN 9 Bandar Lampung.

Menurut Laila, penerapan e-Rapor merupakan bagian dari kebijakan nasional, sehingga Provinsi Lampung juga diarahkan untuk mengikuti kebijakan tersebut.

“Karena e-Rapor sudah menjadi kebijakan nasional Lampung juga diarahkan untuk menerapkannya secara bertahap ke satuan pendidikan,” jelasnya.

Guna mendukung implementasi e-Rapor, Disdikbud Lampung telah menyiapkan sejumlah langkah mulai dari menghimbau sekolah untuk menggunakan Aplikasi e-Rapor, melakukan sosialisasi kebijakan, pengecekan kualitas data Dapodik, hingga pelatihan penggunaan aplikasi bagi operator sekolah dan guru. 

Selain itu, Disdikbud juga melakukan monitoring dan pendampingan saat sekolah mulai melakukan input data e-Rapor.

Terkait pilihan antara e-Rapor dan rapor manual, Laila menilai penerapan e-Rapor secara bertahap lebih baik dibandingkan mempertahankan sistem manual.

Menurutnya e-Rapor memiliki sejumlah keunggulan, seperti meningkatkan efisiensi administrasi sekolah, mengurangi kesalahan input data dan risiko kehilangan dokumen.

Serta mempermudah pengawasan capaian belajar secara nasional melalui integrasi dengan Dapodik. 

Selain itu, e-Rapor juga dinilai lebih transparan karena orang tua dapat memantau perkembangan belajar siswa secara lebih cepat dan akurat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penerapannya, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa sekolah, kompetensi guru yang belum merata dalam penggunaan sistem digital.

Serta ketergantungan pada sistem aplikasi yang berpotensi menghambat proses input nilai jika terjadi gangguan.

“Namun dengan pendampingan dan penerapan bertahap kami optimistis e-Rapor dapat berjalan optimal di Lampung," tutup Laila.

(Taklika)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)