08117992581

Jelang Nataru 2023-2024, KPLP Lapas Metro Himbau Personil Terapkan Waspada Jangan-Jangan

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Metro, Achmad Walid menambah jumlah anggotanya guna meningkatkan pengamanan mewaspadai perayaan Natal 2023-2024 serta menerapkan waspada jangan-jangan, Rabu (20/12/2023).

Saat dikonfirmasi Awak Media A1BOS.COM, mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana, M.M., Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Kota Metro, Achmad Walid mengatakan, jumlah Napi dan tahanan yang ada di Lapas Metro berjumlah 532 orang.

"Disitu terdiri dari berbagai macam tindak pidana dari narkoba, perjudian, pembunuhan bahkan ada narapidana terorisme," ujarnya.

Ia menuturkan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro telah mendapatkan perintah dari Kantor Wilayah (Kanwil) untuk melaksanakan pengamanan kewaspadaan dalam menghadapi Nataru.

"Dimana dalam surat edaran ini kita selalu unit pelaksana teknis di wilayah untuk mempersiapkan diri dalam rangka pengamanan," tuturnya.

"Pertama meningkatkan kewaspadaan mendekati Natal dan Tahun Baru, yang kedua menambah personil khususnya di pengamanan, yaitu kita tambah dari staf untuk bertugas di pengamanan dengan baik secara 24 jam, baik pagi maupun malam," kata KPLP Lapas Metro.

Walid memaparkan, untuk lebih meningkatkan pengamanan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum TNI POLRI.

"Dalam rangka kegiatan sambang untuk mengunjungi Lapas baik pagi maupun malam hari, Kalapas juga mengintruksikan untuk regu pengamanan selalu meningkatkan kewaspadaan dalam kontrol blok Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)," jelasnya.

KPLP menjelaskan, di dalam pihaknya memberikan keamanan WBP, di dalam Lapas dirinya telah menyusun strategi.

"Menggunakan fungsi Walipas disamping itu juga untuk meningkatkan deteksi dini kita mengadakan salam PAS atau salam pemasyarakatan setiap hari, baik pagi siang yang berfungsi untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan serta mendengarkan keluh kesah WBP selama menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan," terangnya.

"Kepada jajaran khususnya regu pengamanan, kita punya semacam pengingat salah satunya yang selalu diucapkan di Lapas yaitu waspada jangan-jangan yang mempunyai yang cukup penting menurut saya, karena bagi petugas Lapas itu mempunyai tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi kepada narapidana," tegasnya.

Pihaknya menambahkan, dalam meningkatkan keamanan di Lapas para petugasnya selalu menerapkan waspada jangan-jangan.

"Karena tingkat keamanan di Lapas itu selalu dinamis atau berubah-ubah, mungkin sejam ini bagus belum tentu sejam berikutnya sama, jadi menerapkan waspada jangan-jangan itu penting," imbuhnya.

"Terus yang selanjutnya, jajaran Lapas Metro harus berpedoman pada tiga kunci dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang pertama deteksi dini artinya mendeteksi segala gangguan keamanan sebelum terjadi, yang kedua berantas narkoba, dan yang ketiga bersinergi dengan pihak-pihak," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)