Sangatta, A1BOS.COM - Sepanjang akhir September hingga Oktober 2023 kasus kebakaran di Sangatta mencapai lebih dari empat kasus sehingga membuat resah para warga khususnya pelaku UMKM yang belum memiliki sistem pencegahan dan pemadaman api yang memadai. Selain itu, pelaku UMKM juga perlu mengenal bahaya kebakaran dan pencegahan dini.
Aufa Zinda, Ketua Divisi TDA Peduli Sangatta mengatakan, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Sangatta menjawab keresahan tersebut dengan mengadakan program pelatihan yang bertajuk Mencegah Bahaya Kebakaran untuk UMKM yang diadakan di Pendopo Bumi Etam, Sangatta, Sabtu (14/10/2023) .
“Pelatihan ini menjadi bagian penting dari TDA Peduli Sangatta. Kami ingin selangkah lebih maju karena selain memberikan penanganan pasca bencana, kami juga turut membantu para pelaku UMKM belajar bagaimana mencegah atau meminimalisasi dampak bahaya dan bencana itu sendiri,” ungkapnya.
Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 peserta dan berkolaborasi dengan tim Rescue PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai pemateri serta instruktur. Kegiatan dibuka oleh Ketua Divisi TDA Peduli Sangatta, Aufa Zinda dilanjutkan dengan pemaparan teori oleh Tim Rescue PT KPC.
“Tim Emergency Preparedness and Response PT. Kaltim Prima Coal mempunyai program sosialisasi mengenai penanggulangan kebakaran dan pertolongan pertama gawat darurat kepada masyarakat sekitar wilayah operasional PT KPC,” ujar Randi, salah satu anggota Tim Rescue PT KPC.
Pada dasarnya ada tiga faktor yang dapat menimbulkan api yaitu oksigen, bahan bakar dan sumber panas. Cara paling dasar untuk memadamkan api adalah dengan menghilangkan salah satu faktor pemicu tersebut. Beberapa teori lainnya juga turut disampaikan kemudian para peserta diberikan kesempatan tanya jawab dengan tim Rescue PT KPC sebelum memulai sesi praktek. Tim Rescue PT KPC juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta.
Aktifitas kelompok UMKM merupakan salah satu kelompok yang mempunyai resiko kebakaran. Sehingga dengan adanya sosialisasi penanggulangan kebakaran, kelompok UMKM dapat mengendalikan kebakaran pada tahap inisiasi untuk meminimalisasi kerugian materi dan kehilangan nyawa.
Praktek pemadaman api menjadi sesi yang ditunggu-tunggu selepas para peserta memahami dasar teori pemadaman api yang sudah disampaikan sebelumnya. Tim rescue PT KPC mulai mempraktekan pemadaman api menggunakan beberapa metode yakni dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan handuk basah. Satu per satu peserta pelatihan mencoba untuk memadamkan api secara aman menggunakan metode yang sudah dicontohkan.
Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah peningkatan sistem keselamatan dan pencegahan kebakaran bagi UMKM dan nantinya diharapkan akan ada pelatihan lanjutan mengenai safety awareness. Selain itu, donasi bencana kebakaran yang sudah terkumpul akan disalurkan oleh TDA Sangatta ke pihak yang terdampak. (Nila)
Tulis Komentar