08117992581

Mobil Boks Jatuh ke Sungai Usai Nekat Lintasi Jembatan Gantung Berusia 53 Tahun di Lamteng

$rows[judul]

Lampung Tengah, A1BOS.COM - Satu unit mobil boks bermuatan kerupuk jatuh ke sungai usai pelayaran di jembatan gantung Way Pengubuan penghubung Kecamatan Way Pengubuan-Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Salah satu tali baja pada jembatan yang terbuat dari bahan kayu tersebut nyaris putus melewati satu unit mobil pada Sabtu 17 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Marzen selaku warga setempat mengatakan jembatan Gantung Way Pengubuan dibangun pada tahun 1973 dan sudah banyak berjasa untuk mobilitas masyarakat setempat. Menurutnya, jembatan kayu yang usianya sudah 53 tahun terputus akibat satu unit mobil boks yang tidak melintas.

“Mobil boks bermuatan kerupuk dari arah Kampung Purnamatungga itu nekat melintasi jembatan padahal kondisinya memprihatinkan,” kata dia saat dikonfirmasi, Senin (19/01/2026).

"Akibatnya salah satu tali baja putus tengah, membuat jembatan terpelintir, mobil boks yang ada di atas jembatan jatuh ke sungai terseret derasnya arus sungai sekitar 150 meter, dan tertahan di rerumpunan bambu," terusnya.

Marzen mengatakan pasca kejadian sopir mobil tersebut selamat. Sementara itu, Samsuri selaku Kepala Kampung Tanjungratu mengatakan bahwa jembatan Way Pengubuan biasanya khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan sepeda motor. Samsuri mengatakan jembatan tersebut menjadi jalur utama akses anak sekolah, pedagang, petani, dan pekerja di wilayah tersebut.

Kampung yang terdampak terhambatnya mobilitas akibat kejadian di jembatan tersebut diantaranya Tanjung Ratu, Purnama Tunggal, Muji Rahayu, Gayau Saksi, Slusuban. Dia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan untuk memulihkan akses warga setenpat terutama untuk anak sekolah.

“Jembatan ini sangat vital, karena satu-satunya akses anak sekolah dari TK, SD, SMP dan SLTA melintasi jembatan ini. Pekerja perusahaan juga lewat sini,” ucapnya.

"Mohon segera dibangun, kasihan anak-anak sekolah. Jembatan ini satu-satunya akses ke sekolah, kalau harus muter jauh banget," tutupnya.

(Taklika)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)