08117992581

Penantian Selama 17 Tahun Kembali Hadir Bagi Keluarga Ajun Brigadir Asep

$rows[judul]

A1BOS.COM - Penantian selama 17 tahun kembali hadir bagi Keluarga Ajun Brigadir Asep, anggota Brimob yang dinyatakan hilang dan meninggal usai tsunami Aceh 2004. 

Harapan itu muncul setelah seorang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh disebut mirip dengan Asep.

Keluarga Asep di Natar, Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengatakan Asep ditugaskan ke Aceh pada tahun 2004 sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional (BKO) Brimob Resimen Kedung Halang Bogor. Saat itu, Asep bertugas di Poskotis Brimob Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, yang saat itu tengah dilanda konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Akhir 2004, Aceh diporak-porandakan oleh gempa yang disusul dengan tsunami. Asep dinyatakan hilang saat itu dan dianggap sudah meninggal. 

Edi kakak ipar Asep mengatakan jika pasien di RSJ itu benar adiknya, keluarga tentu sangat senang. Keluarga sejauh ini sangat yakin bahwa pria tersebut benar Asep. 

"Keluarga juga menyakini kalau pria di RSJ Aceh itu adalah Asep. Tapi saat ini kami masih menunggu kepastian benar tidaknya, tapi kalau soal yakin tidaknya kami sekeluarga besar sangat yakin sekali," kata Edi kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di kediamannya di Desa Natar, Lampung Selatan, Jumat (19/3/2021).

Keluarga juga berharap nantinya Asep bisa dibawa pulang ke Lampung.

Untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut, kata Edi, kakak iparnya atau kakak kandung Asep yakni Mahyudin dan juga adiknya, Saiful diberangkatkan ke Aceh Jumat pagi kemarin yang difasilitasi oleh Polda Lampung.

"Jadi untuk membuktikan kebenaran kabar itu, pihak keluarga sudah berangkat ke Aceh pagi tadi. Selain itu juga, saat ini kami masih menunggu mengenai tes DNA tersebut,"ujarnya.


Sementara itu Burhan, adik kandung Asep mengatakan, keluarga pertama kali tahu soal keberadaan kakaknya itu dari teman satu angkatan kakaknya sesama anggota Brimob.

Dari foto yang ditunjukan ada ciri khusus yakni tahi lalat di telinga kanan dan bekas jahitan di dahi kiri.

"Keyakinan keluarga pria di foto itu adalah Asep, berdasarkan adanya dua tanda ciri-ciri yang sama dimiliki Asep. Yakni tahi lalat yang berada telinga kanan atas serta adanya bekas luka jahitan di pelipis atau dahi sebelah kiri, dan luka itu sewaktu Asep masih kecil jatuh di kamar mandi,"bebernya.

Burhan mengungkapkan, perasaan keluarga pastinya bercampur aduk mengetahui kabar tersebut. Menurutnya, Ia tak bertemu dengan kakaknya Asep hampir 17 tahun, bahkan kakaknya tersebut disangka sudah meninggal karena sudah ditahlilkan.

"Ya percaya nggak percaya kabar ini, karena kakak ini kan sudah ditahlilkan mulai 7 hari, 40 hari dan mendak (satu tahun). Ternyata dapat kabar, kakak masih hidup dan saya bersyukur Alhamdulillah sekali jika kabar ini memang benar," katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad membenarkan Satbrimob Polda Lampung sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga Abrip Asep. Polda Lampung memfasilitasi keluarga Asep guna melakukan penjemputan terhadap Abrip Asep di Aceh.

"Sudah dikoordinasikan dengan keluarganya. Jumat pagi tadi, keluarganya yakni kakak dan adik Abrip Asep, Mahyudin dan Saiful diterbangkan menuju Aceh untuk dipertemukan dengan pria diduga Asep yang sedang dirawat di RSJ Aceh tersebut," kata Pandra.

Di Aceh, keluarga akan melakukan serangkaian tes DNA.

"Pihak keluarganya juga berharap, agar Asep dapat menjalani pengobatan di Lampung," pungkasnya.


Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210320095244-20-619897/asa-penantian-17-tahun-keluarga-brimob-asep-usai-tsunami-aceh/2

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)