Bandar Lampung,
A1BOS.COM - Sambil
menangis, sejumlah petani mengadukan langsung nasib mereka kepada Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Gedung Balai Keratun Kantor Gubernur, Senin
(05/05/2025).
Andika, petani asal Tulang Bawang Barat (Tubaba), tak kuasa menahan tangis saat
menyampaikan keluhannya. Di hadapan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Lampung,
ia mengungkapkan derita petani akibat harga singkong yang anjlok tajam.
“Kami
rugi, Pak. Satu hektare lahan cuma menghasilkan sedikit. Kami cuma minta
diperhatikan. Kami pilih Bapak—82 persen suara di Tubaba. Kami ingin perubahan.
Tapi yang terjadi, kami justru diinjak. Bantu kami, Pak Gubernur. Itu saja,”
ujar Andika sambil menangis.
Suara
serupa juga datang dari Kadek Tike, petani singkong dari Mesuji. Ia meminta
agar pemerintah dan wakil rakyat tidak lagi menutup mata terhadap penderitaan
petani.
“Kami
sudah sangat menderita. Tolong sampaikan aspirasi kami. Jangan sakiti kami
lagi. Saya mohon keadilan dari Bapak Gubernur,” ucapnya.
Selain
itu, Kadek juga meminta agar rekan mereka yang sempat diamankan aparat dalam
aksi ini bisa dibebaskan.
“Mohon
pertimbangan agar saudara kami dibebaskan. Kami hanya menyampaikan suara rakyat
kecil,” tambahnya.
Sebelumnya,
aksi unjuk rasa ratusan petani singkong sempat ricuh. Massa aksi melempari
polisi di bagian depan dengan batu dan kayu. Lemparan itu langsung dibalas
water canon dan tembakan gas air mata.
Setelah
itu, pihak kepolisian berusaha memukul mundur para masa aksi. Polisi mengejar
massa aksi dan mengamankan sejumlah orang yang diduga jadi provokator.(JJ)
Tulis Komentar