08117992581

Tekan Angka Kekerasan Terhadap Anak, Polres Metro Gelar Sosialisasi di Ponpes Darul Muttaqin

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Kurangi angka kekerasan terhadap anak Unit PPA Polres Metro gencar bersosialisasi di kalangan pelajar dan santri. Target sosialisasi kali ini adalah Pondok Pesantren Darul Muttaqin Kota Metro, Rabu (28/08/2024).

Hal tersebut melibatkan lintas sektor diantaranya Polres Metro, UPTD PPA Pemerintah Kota Metro serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro.

Dikatakan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro, Ipda Devi Suryanti, pada giat hari ini dirinya mensosialisasikan beberapa tindakan kekerasan terhadap anak diantaranya Bullying, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).


"Saya berharap anak-anak dapat menjadi pemuda yang taat belajar apalagi ini mereka kan mondok di sini itu lebih bagus," ujarnya.

Ia menuturkan, banyak prestasi yang didapat oleh santri-santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin.

"Banyak sekali yang sudah hafal Al-Qur'an di sini, tadi ada yang hafal juz 28, 29 dan 30, saya berharap kepada seluruh santri yang ada di sini agar dapat menambah keimanannya, meningkatkan prestasinya. Dan kedepan tidak ada lagi kasus-kasus yang melibatkan anak-anak pondok pesantren," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Bagian Hukum Polres Metro, Aiptu Joni Subagio, bahwa pihaknya mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru.

"Ini sudah disahkan oleh Pemerintah kita pada Januari 2023, dan saat ini kita mensosialisasikan ke semua elemen Pemerintah dan masyarakat agar dapat menjadi pedoman," tuturnya.


"Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini santrinya dapat memahami undang-undang ini yang akan diberlakukan nanti pada Januari 2026," sambungnya.

Sementara itu, Bahsan Sadiqin yang merupakan anggota Bagian Hukum Polres juga turut mensosialisasikan tentang aksi bullying yang kerap terjadi dikalangan pelajar.


"Jadi yang diharapkan itu jangan sampai santri-santri ini melakukan tindakan bullying, yang dapat berakibat bahaya atau fatal yang dampaknya itu kepada korban bisa depresi dan yang lebih bahaya itu bisa sampai bunuh diri," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro, Gatot Subroto, bahwa keberadaan LPAI Kota Metro berfungsi untuk mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum maupun yang tidak berhadapan dengan hukum.


"Baik itu dari sisi pelaku maupun korban, sehingga kita harapkan penyelesaian permasalahan-permasalahan anak dan pendampingan hak-hak anak di Kota Metro ini bisa kita laksanakan dan dioptimalkan," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan wawasan terhadap santri-santri di Pondok Darul Muttaqin agar dapat menghindari hal-hal yang tidak baik.

"Karena dampaknya juga baik dari pelaku maupun korban itu sangat dirasakan, sehingga saya memberikan gambaran bahwa pelaku tawuran itu adalah semua pelaku cuma ada yang apes dan ketika ada yang apes maka akan terjadi korban sehingga kalau terjadi korban dampaknya banyak sekali," jelasnya.

"Mulai dari luka-luka, bahkan sampai meninggal dunia kalau sampai kena sajam dan sebagainya, dan untuk pelaku sendiri juga dampaknya ya tidak bisa mendapatkan SKCK sehingga kedepan akan sulit mencari kerja, kalau sampai proses hukumnya jalan bahkan bisa juga anak-anak dipenjara, sehingga dampak baik sebagai pelaku maupun korban itu sangat merugikan, harapan saya para santri-santri ini bisa menyadari dampak dari tawuran tersebut," terangnya.

Menanggapi hal tersebut mewakili Pengurus Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Dewan Pengurus Pembimbing Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Firdaus mengucapkan, terima kasih terhadap UPTD PPA, Polres Metro, dan LPAI yang mensosialisasikan kasus-kasus yang kini sedang marak.

"Jadi di pondok kita diharamkan akan adanya pembullyan itu, baik dari kakak kelas atau adik kelas bahkan terhadap ustadz dengan santrinya juga tidak ada," ucapnya.

"Tentunya ini nanti akan menjadi motto visi misi pondok kita untuk melahirkan anak-anak yang berwawasan luas, beradab dan berakhlaqul karimah," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)