Kota Metro, A1BOS COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro sangat mengapresiasi kunjungan siswa SMK Muhammadiyah 3 Metro dalam menerapkan kurikulum merdeka, Senin (18/09/2023).
Mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Metro, Nefrizon menyampaikan, sangat baik sekali dalam menyambut kunjungan siswa SMK Muhammadiyah 3 Metro.

"Karena ini adalah momen pertama kali diadakan kegiatan seperti ini di Kota Metro dengan menerapkan pembelajaran di luar kelas," ujarnya.
Ia menuturkan, sangat banyak ilmu yang didapatkan kepada siswa SMK Muhammadiyah 3 Metro yang berkunjung di Lapas.
"Di ruang aula kita ada pengenalan, yang kedua paparan tentang Lapas Metro yaitu tentang pengenalan kegiatan yang terbagi dua, yang pertama kepribadian dan yang kedua kemandirian.
"Khususnya semua siswa setelah ada di aula ini tadi langsung ke lapangan melihat secara langsung kegiatan kemandirian, sedangkan untuk kegiatan kepribadian tadi para siswa langsung kami ajak ke masjid," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Kepala Sekolah Bidan Kurikulum SMK Muhammadiyah 3 Metro, Widi Setiawan menjelaskan, kunjungan tersebut bermaksud menerapkan profil pelajar Pancasila.
"Kalau di dalam kurikulum merdeka itu ada namanya P5, dimana profil pelajar Pancasila ini membentuk jiwa dan raga siswa itu untuk patuh, taat terhadap hukum, sehingga anak-anak itu sadar," katanya kepada awak media A1BOS.COM.
Widi menyampaikan, pada kegiatan tersebut SMK Muhammadiyah 3 Metro mengadakan outing class.
"Dimana pembelajaran siswa itu tidak di dalam kelas melainkan kunjungan-kunjungan seperti Lapas ini," jelasnya.
Pihaknya memaparkan, kelas X SMK Muhammadiyah 3 Metro yang terbagi menjadi beberapa kelompok telah mengunjungi Lapas Anak di Tegineneng, kemudian ke Lapas Kelas IIA Kota Metro, kemudian DPRD Kota Metro, panti jompo, Polsek, dan Kodim," terangnya.
"Saya berharap dengan anak-anak melihat pendidikan yang ada di Lapas dapat membentuk karakter siswa untuk taat, sadar, dan patuh terhadap hukum, sehingga anak-anak jangan sampai terlibat dalam kasus hukum," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar