Kota Metro, A1BOS.COM - Forum Kabupaten/Kota Sehat (Forkohat) Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu melakukan study pembelajaran ke Pemerintah Kota Metro guna meniru Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk menjadikan Kabupaten Bengkulu Utara bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian, Kamis (18/01/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengatakan, giat tersebut merupakan study pembelajaran dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk program Kota sehat.

"Mereka akan melihat capaian-capaian keberhasilan di Kota Metro, termasuk juga implementasinya di lapangan," ujarnya.
Ia menuturkan, para peserta study pembelajaran akan mengunjungi beberapa tempat yang ada di Kota Metro, diantaranya Kelurahan, Arseti, dan Posyandu.
"Kita sama-sama belajar dalam rangka mengoptimalkan pencapaian Kota Sehat, kedepannya harus mendapatkan predikat yang lebih baik lagi. Jadi pada kegiatan ini Kota Metro juga mendapatkan masukan dari Bengkulu Utara," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Kabupaten Sehat Bengkulu Utara, Edi Subroto menyampaikan, dirinya akan mengambil hal-hal yang positif seperti apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Metro.

"Mudah-mudahan hal-hal yang bisa kita terapkan, ya kita terapkan nantinya di Bengkulu Utara dengan melihat langsung ke lapangan," katanya.
Edi menjelaskan, dirinya tertarik dengan program Arisan Sedot Tinja (Arseti) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kota Metro.
"Mudah-mudahan kami tim dari Bengkulu Utara bisa meniru program Arseti dari Kota Metro untuk di terapkan di Kabupaten Bengkulu Utara," jelas Ketua Forum Kabupaten Sehat Bengkulu Utara.
Selain melihat secara langsung program Arseti, dirinya juga akan melihat secara langsung pengelolaan bank sampah yang ada di Kota Metro.
"Kami akan melihat bagaimana pengelolaannya, juknisnya untuk bisa terapkan di Kabupaten Bengkulu Utara," ucapnya.
Menambahkan hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Metro, Anang Risgiyanto memaparkan, untuk menuju Kota Sehat terdapat 5 pilar serta melaksanakan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

"Ini untuk memantau masyarakat secara langsung terkait perubahan perilaku hidup sehat di pedesaan yang semula masih kental dengan buang air besar di semabarangan tempat dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi," jelasnya.
Menurutnya, sanitasi berbasis masyarakat marwahnya ada di perilaku.
"Maka intervensinya ada di perilaku berdasarkan Permenkes 4 tahun 2014, bahwa sanitasi berbasis masyarakat itu adalah bagaimana masyarakat hidup secara higienis," pungkas Kepala Bappeda Kota Metro. (Aliando)
Tulis Komentar