Jakarta, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Barat berkesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat PT. Mentari Jasindo Sentosa di Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/01/2024).
Syafli Antia selaku Ketua TDA Jakarta Barat (Jakbar) menjelaskan, dalam bisnis visit tersebut, selain diajak berkeliling kantor dan gudang Mesin HL, para peserta juga berkesempatan berbagi pengalaman dengan founder Mesin HL, Jasin Roesli.

"Disesi berbagi pengalaman tersebut, Pak Jasin mengutarakan salah satu kunci sukses usahanya, yaitu tidak mencari untung," ujar Ketua TDA Jakbar.
Lebih lanjut Syafli Antia mengatakan, pada awal acara, peserta diajak berkeliling gedung Mesin HL dan melihat langsung proses bisnis Mesin HL.
"Peserta diajak mengintip sistem berbasis MySQL dan Google Sheets yang membantu para karyawan Mesin HL memproses invoice masuk, menyiapkan dan mengemas barang, sampai akhirnya mengirim barang ke alamat yang dituju," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jasin Roesli menyampaikan, meskipun Mesin HL mengelola lebih dari 3.000 jenis SKU (baca: Stock Keeping Units), sistem yang dikembangkan sendiri oleh Mesin HL ini mampu menekan kesalahan kirim. Sehingga, Mesin HL berhasil menekan tingkat kesalahan kirim pesanannya ke level 0,8% dari keseluruhan invoice yang diproses di tahun yang lalu.
"Ini merupakan pencapaian yang mengesankan mengingat selain memproses unit peralatan dan perkakas teknik yang berukuran sedang dan besar, Mesin HL juga menjual suku cadang-suku cadang yang berukuran kecil, yang serupa tapi tak sama," jelas Founder Mesin HL, Jasin Roesli.

Setelah puas berkeliling, para pengusaha TDA diajak untuk mendengarkan pengalaman berbisnis dari founder Mesin HL. Dalam paparannya, Jasin Roesli menjelaskan cara memulai usahanya dari sebuah toko kecil di daerah Glodok sampai menjadi sebuah perusahaan yang beromzet ratusan milyar.
Cerita ini disambut antusias oleh kalangan pengusaha yang hadir karena banyak peserta yang sama-sama memulai usahanya dari modal nol.
Jasin bercerita tentang rahasianya berjualan produk-produk yang harga dan kualitas barang mirip dengan kompetitor-kompetitornya. Pada awalnya, untuk mendapatkan pelanggan yang banyak, dirinya tidak segan-segan untuk menjual rugi barang dagangannya. Kerugian ini pada akhirnya digantikan dengan keuntungan setelah beliau meraih hati banyak pelanggan.

Ia juga mengutarakan pengalamannya mengambil risiko tanpa banyak berpikir. Meski demikian, dirinya juga menekankan pentingnya perhitungan dalam mengambil keputusan. Beberapa hal tersebut ditambah konsistensinya dalam terus belajar mengikuti perkembangan zaman, membuat usahanya bertumbuh pesat sampai akhirnya dapat berevolusi menjadi perusahaan perdagangan besar mesin, peralatan, dan perkakas teknik yang memiliki merek sendiri dan bergengsi di kelasnya.
"Meskipun banyak brand-brand lain yang berkecimpung di industri yang sama, Mesin HL tidak takut bersaing. Dengan tagline 'Mulai Langkah Pertamamu Dengan Yang Peduli', Mesin HL berkomitmen untuk menyediakan suku cadang yang terlengkap di kelasnya," imbuhnya.
Dan, tidak main-main, Mesin HL mampu menyediakan garansi gratis biaya service seumur hidup untuk semua produk-produk keluarannya.
"Untuk mencapai visi menjadi perusahaan perkakas teknik terbesar di Indonesia yang paling inovatif dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, Mesin HL berkomitmen untuk terus mengembangkan sayap pelayanannya ke seluruh Nusantara," tegas Jasin.
Tidak puas dengan dua belas service center yang telah tersebar di kota-kota di seluruh Indonesia, Mesin HL berencana untuk membuka lebih banyak lagi service center di seluruh Indonesia untuk menjangkau lebih banyak lagi pelanggan.

Pada akhir sesi sharing, Jasin mengutarakan mimpi besarnya agar Mesin HL dapat menjadi merek “Top of Mind” pelanggan Indonesia.
"Dimasa yang akan datang, Mesin HL diarahkan agar dapat menguasai pangsa pasar dan bersaing dengan brand-brand perkakas teknik internasional," harapnya.
Acara From Zero To Hero yang diprakarsai Komunitas Pengusaha TDA Jakarta Barat kali ini pada akhirnya meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya. Tidak hanya menginspirasi peserta untuk mengejar cita-cita mengembangkan usaha, para pengusaha akhirnya juga mendapatkan perspektif baru dalam berbisnis.
Untuk itu, Ketua Komunitas TDA Jakarta Barat, Syafli Antia berharap komunitasnya dapat mengadakan acara-acara serupa secara rutin ke depannya. Para pengusaha lain yang belum bergabung juga didorong untuk ikut menjadi member TDA secara gratis dengan menghubungi akun Instagram @tdajakbar. (Red/Tim TDA)
Tulis Komentar