Keterangan Gambar : foto/TDA
Jakarta, A1BOS.COm - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menjajaki tiga program kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), mulai pemagangan nasional, pelatihan vokasi, hingga inkubasi bisnis bagi calon pengusaha.
Pembahasan yang berlangsung pada 6 November 2026 itu mencakup pemanfaatan program MagangHub, pelatihan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia usaha, serta dukungan pengembangan bisnis melalui program TDApreneur.
Salah satu peluang yang dibahas adalah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Melalui skema ini, perusahaan yang memenuhi persyaratan dapat menerima peserta magang selama enam bulan dengan uang saku yang ditanggung pemerintah.
Kuota peserta magang di perusahaan dapat mencapai 20 persen dari jumlah tenaga kerja. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan dan ketersediaan kuota program.
Perusahaan penyelenggara juga wajib menyediakan pembimbing serta program pembelajaran terstruktur. Dengan demikian, peserta mendapatkan pengalaman dan keterampilan kerja yang relevan.
Secretary General TDA 9.0, Hendy Windardy, mengatakan penjajakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi anggota TDA sekaligus masyarakat.
“Kami melihat kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai peluang strategis untuk membantu anggota TDA mengembangkan usahanya sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda memasuki dunia kerja. Melalui program pemagangan, pelatihan vokasi, dan penjajakan inkubasi bisnis, kami ingin memastikan anggota TDA tidak hanya mendapatkan akses terhadap talenta dan peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru. Inilah semangat TDA, pengusaha bertumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hendy.
Selain pemagangan, TDA menjajaki pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha anggota. Pelatihan tersebut menyasar peningkatan keterampilan tenaga kerja, terutama pada bidang yang mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis.
Peluang ketiga berkaitan dengan pengembangan inkubasi bisnis bagi calon pengusaha melalui program TDApreneur. Dukungan yang dibahas meliputi penguatan kapasitas usaha hingga pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia pada tahap awal pengembangan bisnis.
Director Government & Association TDA 9.0, Litar Suryadi, mengatakan pembahasan tiga program tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan sosialisasi kepada anggota.
“Ada tiga peluang kolaborasi yang kami jajaki bersama Kementerian Ketenagakerjaan, yakni pemanfaatan MagangHub bagi perusahaan anggota TDA, pengembangan pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia usaha, serta dukungan inkubasi bagi calon pengusaha melalui program TDApreneur. Dalam program pemagangan, pemerintah menanggung uang saku peserta selama enam bulan sehingga ini menjadi kesempatan bagi anggota untuk mendapatkan tambahan talenta sekaligus membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja. Kami akan segera menindaklanjuti peluang ini agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota TDA,” ujar Litar.
TDA selanjutnya akan mengidentifikasi kebutuhan anggota dan mempersiapkan sosialisasi teknis. Pembahasan dengan Kemenaker juga akan dilanjutkan untuk menentukan bentuk pelaksanaan program yang memungkinkan.
Melalui kolaborasi tersebut, TDA berharap pelaku usaha, khususnya UMKM, semakin mudah memanfaatkan program pemerintah untuk pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas bisnis.
Penjajakan ini sejalan dengan arah TDA 9.0 dalam memperluas dampak kewirausahaan melalui penguatan bisnis, pengembangan kompetensi, dan kemitraan strategis.
Tulis Komentar