Kota Metro, A1BOS.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro menggelar beberapa rangkaian kegiatan dalam pembinaan serta pemenuhan hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jum'at (16/02/2024).
Kegiatan pembinaan tersebut juga mendapat dukungan dari sekolah SMKN 2 Metro guna memberikan pembelajaran kepada WBP dengan baik dan benar.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana, M.M. mengatakan, kegiatan tersebut adalah untuk memberikan ilmu kewirausahaan kepada WBP agar menjadi orang yang lebih baik.

"Sehingga bermanfaat selama menjalani pidana dan juga bermanfaat ketika selesai menjalani pidananya di Lapas serta dapat menjadi bekal hidupnya," ujarnya.
Adapun program-program yang diikuti oleh WBP saat menjalani pidananya di Lapas berupa Program Pembinaan Las listrik, Kain Tapis, Kopi PAS, laundry, barbershop, perikanan dan pertanian.

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi warga binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan ini, mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat," jelas Mulyana.
Selain itu Kalapas juga menjelaskan, seluruh Warga Binaan yang telah memenuhi syarat di Lapas Metro telah melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) di tanggal 14 Februari 2024.
"Jumlah TPS yang ada di dalam lapas berjumlah 2 sesuai dengan penetapan dari KPU. TPS 9 0 1 dan TPS 9 0 2, totalnya ada 399 dengan rincian DPT nya 200, DPTBnya 194 Jadi totalnya 399," kata Kalapas.

Kalapas menambahkan, Pemilihan Umum di Lapas Metro berjalan sesuai dengan harapan aman dan terkendali.
"Para warga binaan melakukan pemilihannya dengan tertib dan pada prinsipnya kami mengikuti apa yang menjadi regulasi yang ditentukan KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum," terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan Kasi Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro, Silahuddin, kini Lapas Metro sedang fokus pada pembuatan tempe, jahe instan dan pembuatan susu kedelai.
"Untuk pembimbingnya kita mengambil dari SMK Negeri 2 Metro, untuk memberikan pembelajaran dasar-dasar pembuatannya dan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan. Kami juga memilih pembelajaran ini karena bahan-bahannya sangat mudah di cari," ucapnya.
Kasi kegiatan kerja juga menyampaikan, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti masing-masing pembinaan berjumlah 40 orang.
"Untuk warga binaan bisa menambah skill keterampilan dan bisa mengembangkan kedepannya di dunia usaha setelah mereka bebas," imbuhnya.
"Harapan saya selaku Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Metro, kami menitikberatkan pelatihan kemandirian ini untuk pengaplikasiannya ke warga binaan setelah bebas," pungkasnya. (ADV/Aliando)
Tulis Komentar