Kota Metro, A1BOS.COM – Kerusakan parah Jalan Pattimura di
Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara akhirnya memaksa pemerintah Kota
Metro turun tangan. Setelah berbulan-bulan menjadi sumber keluhan warga, memicu
kecelakaan kecil, hingga menghambat aktivitas ekonomi ruas jalan yang menjadi
akses vital itu kini mulai diperbaiki mesti masih sebatas tambal timbun.
Perbaikan dilakukan dengan metode penimbunan di sejumlah
titik lubang yang menganga dan membahayakan pengendara. Ruas yang ditangani
dimulai dari perbatasan Kota metro dengan Kabupaten Lampung Tengah tepat di
sisi kiri jalan yang kondisinya paling parah.
Akibatnya pengendara diimbau untuk sementara melintas di
jalur kanan sesuai dengan rambu-rambu yang telah dipasang Dinas Pekerjaan Umum
dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro.
Pantauan awak media di lokasi, Sabtu (10/01/2026) sejumlah
pekerja tampak melakukan penimbunan dan peralatan menggunakan alat berat. Namun
di balik aktivitas itu terselip kegelisahan warga yang mempertanyakan mengapa
perbaikan baru dilakukan setelah tekanan public semakin keras.
“Sudah lama rusak, baru sekarang diperbaiki. Kalua nunggu
parah dulu ya pasti makan korban,” ujar Andi, setelah satu pengendara motor
yang setiap hari melintas di ruas tersebut.
Keluhan terhadap Jalan Pattimura bukan cerita baru. Sebelumnya
warga bahkan sempat melakukan aksi gotong royong secara swadaya menimbun
lubang-lubang jalan dengan material seadanya. Sebuah potret getir tentang
bagaimana masyarakat terpaksa mengambil alih peran negara demi keselamatan
bersama.
Kepala Dinas PUTR Kota Metro Ardah mengakui bahwa perbaikan
yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Ia menyebut langkah tersebut
diambil sebagai respons atas desakan masyarakat sekaligus untuk mengantisipasi
dampak lebih luas menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026 saat arus
lalu lintas dipastikan meningkat.
“Perbaikan sementara ini dilakukan untuk menghadapi bulan
suci Ramadhan. Pemerintah Kota Metro melakukan penimbunan sementara di ruas
Jalan Pattimura yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selanjutnya nanti aka
nada perbaikan dari provinsi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikerjakan,”
kata Ardah, saat diwawancarai di lokasi perbaikan jalan.
Ia menegaskan pekerjaan ini hanya bersifat darurat. Dirinya
berharap perbaikan sementara tersebut bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan.
“Ini hanya menimbun lubang-lubang, sifatnya sementara.
Mudah-mudahan bisa bertahan dua sampai tiga bulan sampai menunggu perbaikan
dari provinsi,” tambahnya.
Ardah juga meminta pengertian masyarakat agar tidak
melintas di ruas yang sedang dikerjakan demi kelancaran proses perbaikan.
“Mohon juga kepada masyarakat untuk tidak melewati jalan
yang sedang diperbaiki supaya tidak mengganggu aktivitas para pekerja. Jadi bisa
lewat dulu di jalur sebelahnya,” ujarnya.
Ketergantungan pada pemerintah provinsi untuk perbaikan
permanen menempatkan keselamatan warga dalam posisi yang rawan. Lubang-lubang
yang kini ditimbun bisa saja kembali menganga saat hujan deras turun atau saat
beban kendaraan berat kembali melintas.
Jalan Pattimura bukan sekedar ruas penghubung. Jalan itu
adalah denyut nadi aktivitas warga Metro Utara dari distribusi hasil pertanian,
akses pendidikan hingga mobilitas pekerja harian. Ketika jalan ini rusak yang
terganggu bukan hanya kendaraan tapi juga roda kehidupan masyarakat.
Kini publik menunggu lebih dari sekedar janji. Perbaikan sementara memang penting, tetapi tanpa komitmen konkret untuk perbaikan permanen, Jalan Pattimura akan terus menjadi simbol ironi yang rusak, ditambal, lalu rusak kembali.
(Taklika)
Tulis Komentar