08117992581

Parenting SD Negeri 6 Metro Selatan, Ajak Orang Tua Bangun Karakter Anak

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Bangun karakter anak, SD Negeri 6 Metro Selatan menggelar Parenting Pola Asuh Anak Dengan Hati Di Era Digital yang berlangsung di aula sekolah setempat, Jum'at (13/12/2024).

Dikatakan Kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Metro Selatan, Sujut, S.Pd., bahwa kegiatan tersebut merupakan rencananya dengan wali murid guna mendidik karakter siswa-siswi SD Negeri 6 Metro Selatan. 

"Program dari pada kegiatan sekolah ini tidak terlepas dari peran serta orang tua dan masyarakat yang ada di lingkungan kita, yang pertama berkaitan dengan kegiatan anak-anak, kedua berkaitan dengan narkoba, ketiga dibutuhkannya orang tua dalam membentuk karakter anak," ujarnya. 


Ia menuturkan, tujuan pihaknya mengundang wali murid SD Negeri 6 Metro Selatan guna memahami apa yang harus dilakukan terhadap anak-anak. 

"Menjiwakan anak melalui apa yang akan disampaikan oleh narasumber, semoga kegiatan ini bisa dipahami dan bisa menyatukan persepsi, supaya anak-anak ini menjadi anak-anak yang menjadi harapan orang tua berguna bagi nusa bangsa dan agama serta masyarakat sekitar," tuturnya. 

Menurutnya sebaik-baiknya orang itu adalah orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain. 

"Dengan ini bapak dan ibu kita upayakan anak-anak supaya menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi umat manusia ataupun warga masyarakat," katanya 

Sementara itu guna memberi pembekalan terhadap wali murid SD Negeri 6 Metro Selatan, narasumber kegiatan parenting tersebut, Gatot Subroto, S.H. menyampaikan, sebagai orang tua harus sering memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada anaknya.


"Karena anak-anak usia segini ini masih banyak meniru apa yang dilakukan orang sekitarnya, diibaratkan pondasi, kalau orang bikin rumah itu pondasinya harus kuat, kalau rapuh pondasinya salah-salah bangunan rumahnya bisa miring, bisa roboh, bisa ambles, maka pondasi usia 0 sampai 7 tahun harus orang tua yang lebih aktif, dengan diberikan bimbingan dan arahan," ungkapnya. 

Gatot menjelaskan, pada fase usia 8 sampai 14 tahun, bagaimana melakukan mereka seperti tawanan.

"Karena yang namanya tawanan itu biasanya harus mengikuti yang namanya aturan, artinya anak-anak usia 8 sampai 14 tahun harus mau mengikuti aturan-aturan di rumah, dibuat kesepakatan antara anak dengan orang tua," jelasnya. 


"Artinya anak-anak usia 8 sampai 14 tahun harus mau mengikuti aturan-aturan di rumah, dibuat kesepakatan-kesepakatan antara maunya kita selaku orang tua dengan maunya anak disamain, lakukan negosiasi misalnya, oke nanti kalau kamu melakukan ini nanti ibu kasih ini ya, jadi ada kesepakatan. Kalau sepakat dan menjalankan kesepakatannya, ya dikasih reward," imbuhnya. 

Dirinya berharap, orang tua harus memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya. 

"Karena kita masuk dalam orang yang beruntung telah memiliki anak, karena banyak di luaran sana yang ingin memiliki anak tapi belum diberikan keturunan, sampai berobat abis ratusan juta, jadi kita yang sudah diberikan kepercayaan oleh Allah wajib merawat dan mendidiknya," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)