Lampung Timur, A1BOS.COM - Ketua Fraksi Partai Gerindra
DPRD Lampung Timur Mohammad Zakwan menilai bahwa insiden adanya korban jiwa
saat 17 ekor gajah liar masuk area warga adalah masalah serius.
Zakwan mengatakan bahwa Kades Braja Asri yang gugur pada 31
Desember 2025 saat menghalau gajah liar merupakan bagian dari masalah kompleks
menyangkut konflik manusia-satwa.
Dia pun menyampaikan bahwa harus ada solusi yang realistis
terkait masalah ini.
"Pendapat saya solusinya harus terpadu berkelanjutan
(tidak parsial) dan melibatkan para pihak (bukan reaksi sesaat)," katanya
kepada awak media, Jumat (02/01/2026).
Zakwan menjabarkan ada beberapa solusi yang bisa dinilai
realistis dengan situasi dan kondisi di lapangan.
Seperti penerapan sistem peringatan dini melalui pemasangan
GPS collar (kalung satelit) pada gajah liar beresiko tinggi. Alarm peringatan
di 2 desa penyangga (Sirine, SMS blast, WhatsApp group siaga).
Kemudian menggandeng masyarakat untuk bersatu memangani dan
memitigasi kejadian ini.
Salah satu contoh dengan penguatan desa penyangga.
Zakwan keberatan jika ada unsur atau pihak yang justru
menyalahkan warga.
"Desa penyangga harus diperlakukan sebagai mitra
konservasi bisa melalui pelatihan mitigasi konflik satwa. Pembentukan tim respons
cepat desa termasuk bantuan alat penghalau ramah satwa seperti kentongan lampu
Strobo dan mercon khusus," kata dia.
Lebih lanjut Zakwan menyampaikan bahwa sekat alami koridor
gajah juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghalau gajah liar masuk area
warga.
Dengan membuat parit gajah atau menanam tanaman tidak
disukai gajah (cabai dan sereh wangi) serta larangan pembukaan lahan baru di
jalur jelajah gajah.
Dan yang terpenting Zakwan menyoroti adanya korban jiwa
yang juga harus diperhatikan.
Pasalnya korban jiwa adalah risiko terburuk yang terjadi
jika terjadi konflik gajah liar dengan manusia selain resiko kerugian materi.
"Asuransi konflik gajah santunan cepat bagi korban luka atau meninggal ganti rugi lahan dan rumah juga perlu menjadi pertimbangan sebagai upaya penanganan paska konflik," tutupnya.
(Taklika)
Tulis Komentar