08117992581

Rakerprov Gakeslab Indonesia Jateng 2026 Jadi Momentum Perkuat Resiliensi Industri Alkes

$rows[judul]

Solo, A1BOS.COM - Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 di Novotel Solo Hotel, Kota Surakarta, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Resiliensi dan Soliditas sebagai Fondasi dalam Menghadapi Perubahan Kebijakan di Bidang Kesehatan.”

Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026 menjadi forum strategis bagi pengurus dan anggota untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi, serta merumuskan program kerja dalam menghadapi dinamika regulasi dan tantangan dunia usaha alat kesehatan.

Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Agus Mardiyanto, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerprov bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah realistis bagi kemajuan organisasi dan keberlanjutan usaha anggota.

Agus menegaskan, sektor industri dan distribusi alat kesehatan saat ini berada dalam fase transformasi besar. Perubahan itu didorong oleh peningkatan kemandirian produksi dalam negeri, digitalisasi layanan kesehatan, inovasi teknologi, serta penguatan regulasi untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi yang kita hadapi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di sektor industri dan distribusi alat kesehatan,” jelas Agus dalam sambutannya di Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026.


Menurut Agus, ada sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, mulai dari optimalisasi implementasi kebijakan kesehatan, percepatan inovasi dan investasi produksi dalam negeri, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN, hingga alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.

Selain itu, Gakeslab Jawa Tengah juga menyoroti pentingnya penyempurnaan kebijakan, percepatan regulasi perizinan produk dalam negeri, serta penguatan strategi pemeliharaan alat kesehatan secara terpadu di daerah.

Dalam forum tersebut, Agus juga menyinggung sejumlah tantangan yang kini dihadapi distributor alat kesehatan di daerah. Beberapa di antaranya adalah krisis likuiditas akibat tertundanya pembayaran dari rumah sakit, perubahan regulasi yang cepat, serta ketidakpastian pasar akibat efisiensi anggaran pemerintah, fluktuasi nilai tukar, dan keterbatasan bahan baku.

Perubahan regulasi yang menjadi perhatian pelaku usaha antara lain terkait IDAK, standardisasi CDAKB dan CPAKB, sistem OSS-RBA, pembaruan e-Katalog versi 6, serta penerapan TKDN yang semakin ketat.

Agus menyampaikan bahwa Pengurus Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus membantu anggota dalam memahami regulasi terbaru, meningkatkan kapasitas usaha, serta menyalurkan aspirasi anggota ke forum Rakernas maupun rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kita harus rapatkan barisan, tingkatkan solidaritas, serta bekerja keras mencari solusi demi kemajuan organisasi dan keberlanjutan usaha kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Elhamangto Zudhan, M.KM., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Dinas Kesehatan Jawa Tengah menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem alat kesehatan, terutama dalam menghadapi perubahan kebijakan dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.

Melalui forum ini, Gakeslab Indonesia Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, distributor, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung ketersediaan alat kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.

Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026 juga akan diisi dengan kegiatan sosialisasi dan workshop. Materi yang dibahas meliputi update perpajakan Coretax 2026, sosialisasi PP Nomor 28 Tahun 2025 pada sistem OSS, Permenkum Nomor 49 Tahun 2025 tentang syarat dan tata cara pendirian, perubahan, dan pembubaran badan hukum perseroan, serta kewajiban LKPM bagi pelaku usaha ber-NIB.

Selain itu, peserta juga akan mengikuti sesi diskusi mengenai sistem e-purchasing Inaproc versi 6 bersama Biro Pengadaan Barang/Jasa, LKPP, dan Gakeslab Institute. Kegiatan ini turut dirangkai dengan pameran produk alat kesehatan dan laboratorium.

Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026 berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di Novotel Solo Hotel, Jalan Slamet Riyadi Nomor 272, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Melalui agenda ini, Gakeslab Indonesia Jawa Tengah berharap dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha alat kesehatan di tengah perubahan regulasi dan tantangan industri kesehatan nasional. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)