Bandar Lampung, A1BOS.COM - Program Studi Desain Komunikasi
Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung menerapkan
strategi pembelajaran terstruktur untuk menghadapi era digital.
DKV memegang peran sentral dalam penyampaian informasi agar
pesan dapat diterima secara efektif dan menarik secara visual. DKV tidak lagi
sekadar seni, melainkan alat komunikasi strategis di media massa, media sosial,
periklanan, hingga platform digital interaktif.
Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi DKV IIB
Darmajaya, Ade Moussadecq. Ia memaparkan kurikulum dasar, fokus keilmuan,
hingga peluang karier lulusan DKV yang dirancang sejalan dengan perkembangan
era digital.
Ade menjelaskan pada tahap awal perkuliahan mahasiswa DKV
dibekali mata kuliah dasar yang berfungsi sebagai fondasi keilmuan desain. Mata
kuliah tersebut meliputi gambar, nirmana, serta sejarah desain komunikasi
visual yang dipelajari sejak semester pertama.
“Gambar berperan penting untuk melatih eksplorasi visual
mahasiswa mulai dari pembuatan sketsa, pengembangan konsep desain, hingga
ilustrasi dan animasi,” ujarnya, Rabu (07/01/2026).
Ia menambahkan mahasiswa semester awal diajarkan berbagai
teknik menggambar dari tahap yang paling dasar. Selain itu mahasiswa juga mulai
diperkenalkan dengan teknik pembuatan nirmana baik dua dimensi maupun tiga
dimensi.
Menurut Ade mata kuliah nirmana memberikan pemahaman
tentang prinsip-prinsip desain sekaligus melatih mahasiswa menciptakan karya
seni rupa yang memiliki nilai fungsional, sesuai dengan esensi desain
komunikasi visual.
Terlebih mata kuliah sejarah DKV mengajak mahasiswa
menelusuri perkembangan desain dari era prasejarah hingga teknologi digital
masa kini.
Lebih lanjut Ade mengungkapkan bahwa DKV IIB Darmajaya
menawarkan beragam fokus keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri
kreatif. Salah satunya adalah komunikasi grafis atau desain grafis yang
mencakup perancangan logo dan brand identity.
Selain itu terdapat komunikasi periklanan yang berfokus
pada pembuatan media penyampaian pesan baik untuk kebutuhan komersial maupun
non-komersial.
Tak kalah menarik mahasiswa juga dapat mendalami komunikasi
multimedia, seperti animasi, UI/UX design, hingga game design.
Bidang lain yang banyak diminati adalah komunikasi visual
naratif yang berkaitan dengan perancangan ilustrasi, komik, sinematografi,
serta buku ilustrasi yang kerap dijadikan tema tugas akhir mahasiswa.
Prospek Kerja
Dari sisi lulusan Ade memaparkan hasil riset internal yang
menunjukkan capaian membanggakan pada prospek kerja lulusan DKV.
Sebanyak 65 persen lulusan DKV Darmajaya angkatan 2019
hingga 2021 telah bekerja sebagai praktisi desain, khususnya graphic designer.
Hal ini sejalan dengan semakin terbukanya peluang industri
kreatif di Provinsi Lampung termasuk hadirnya studio desain dan perusahaan yang
membutuhkan tenaga profesional di bidang desain grafis.
Sementara itu 35 persen lulusan lainnya memilih
berwirausaha di sektor kreatif, seperti membuka studio foto, bekerja sebagai
freelancer di berbagai platform digital menjadi kontributor desain, hingga
mengelola usaha percetakan dan sablon.
Yang lebih membanggakan berdasarkan hasil survei sebagian
besar mahasiswa DKV Darmajaya telah memiliki profesi di bidang desain
komunikasi visual bahkan sebelum mereka lulus.
“Ini menjadi bukti bahwa kurikulum dan pembelajaran di DKV Darmajaya mampu menjawab kebutuhan industri dan mendorong mahasiswa untuk mandiri secara profesional sejak dini,” tutup Ade.
(Taklika)
Tulis Komentar